dampak buruk membentak anak

Anak Sering Berbohong? Itu Normal!

Anak Sering Berbohong Itu Normal. Apa yang sebenarnya mendorong seorang anak untuk berbohong? Alasannya jelas bukan karena panik. Faktanya, bohong merupakan bagian normal dari perkembangan anak.

ALASAN KEBOHONGAN

Suatu saat jika batita Anda berbohong, pertimbangkan tiga fakta berikut ini.

“Jujur” atau “berbohong” tidak berarti baginya. Kedua konsep itu sangat sukar untuk dimengerti oleh anak umur ini. Menurut American Academy of Child and Adolescent Psychiatry, sampai mereka berusia 7 atau 8 tahun, anak-anak tidak mengerti bahwa berbohong itu upaya nyata untuk memperdaya seseorang.

Batita adalah pengkhayal. Anak umur 2 dan 3 tahun hidup dalam dunia imajinasi, dan fantasi mereka tampak sangat hidup dan nyata –sehingga mereka sangat mempercayainya. Seorang anak yang terobsesi dengan anjing, mengatakan kepada seseorang di tempat penitipan anak bahwa dia mempunyai seekor anak anjing, padahal tidak benar. Dia betul-betul menyakinkan dirinya sendiri bahwa itu benar adanya.

Mereka menyenangkan hati orang. Ya, batita berbohong untuk menghindari hukuman, tapi mereka melakukan itu juga karena khawatir tentang apa yang akan Anda rasakan (“Mama bahagia jika saya baik – apakah mama akan kurang mencintaiku kalau mendapatiku berbuat hal yang tidak baik?”). Dalam kasus Jack yang membantah mencoret rumah boneka milik kakaknya, “Saya sangat yakin kalau dia berbohong karena tidak suka kakak perempuannya marah padanya –dan dia memang marah!” kata ibunya, Rachel.

2 comments on «Anak Sering Berbohong? Itu Normal!»

Leave a Reply