Rumus Perkiraan Menghitung Tinggi Badan Anak

Beginilah Rumus Perkiraan Menghitung Tinggi Badan Anak

Beginilah Rumus Perkiraan Menghitung Tinggi Badan AnakTinggi badan anak tak harus selalu sama dengan orang tua. Bisa jadi, anak lebih tinggi ataupun bahkan lebih pendek daripada orang tua.

dr Aman Pulungan, SpA(K) dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM)-Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mengatakan ada rumus yang bisa digunakan untuk menghitung perkiraan tinggi badan anak. Rumus ini berbeda untuk anak laki-laki dan anak perempuan.

“Kalau anak laki-laki itu tinggi badan ayah ditambah tinggi badan ibu ditambah 13 cm dan dibagi dua, lalu ditambah atau dikurangi 8,5 cm. Kalau anak perempuan tinggi ayah ditambah tinggi badan ibu dan dikurangi 13 cm dibagi dua, lalu ditambah atau dikurangi 8,5 cm,” tutur dr Aman dalam grand opening AP&AP Clinic di Menara Tempo Pavilion 2, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, seperti ditulis Minggu (3/5/2015).

dr Aman mencontohkan misalnya tinggi badan ayah 170 cm dan tinggi badan ibu 165 cm dan ingin mengetahui perkiraan tinggi badan anaknya. Maka tinggi ayah (170) + tinggi ibu (165) + 13 cm sama dengan 348. Lalu dibagi 2 menjadi 174. Maka tinggi badan anak laki-lakinya diperkirakan antara 165,5 cm hingga 182,5 cm.

Lain halnya jika anaknya perempuan. Maka tinggi badan ayah (170) ditambah tinggi badan ibu (165) dikurangi 13 menjadi 322, dan dibagi 2 menjadi 161. Maka tinggi badan anak perempuannya berkisar di antara 152,5 cm hingga 169,5 cm.

Meski begitu, dr Aman mengatakan masih banyak orang tua yang ingin anaknya bisa tumbuh lebih tinggi dengan berbagai alasan. Yang paling sering adalah ingin menjadi atlet atau ingin masuk akademi kepolisian atau tentara. Namun dr Aman menolak memberikan pengobatan jika anak memang tidak memiliki penyakit ataupun kelainan genetik.

“Ada hal-hal yang memang tidak bisa diubah, seperti misalnya genetiknya dari ayah dan ibunya sama-sama pendek, maka nggak bisa anaknya dibuat lebih tinggi daripada potensi tinggi badan maksimalnya,” paparnya.

“Kalau ada orang tua ingin anaknya lebih tinggi, supaya bisa jadi pilot atau jadi tentara, tapi datangnya sudah lewat masa pubertas maka saya akan tolak, saya bilang nggak bisa. Kami dokter juga punya prinsip, punya etika, yakni tidak memberikan pengobatan off label atau tidak pada kondisinya. Orang anaknya nggak sakit, nggak ada kelainan, apa yang mau diobatin,” tandasnya. (rsm/up)

BACA JUGA:

Leave a Reply