perbedaan anak berperilaku cerdas dengan cerdas berperilaku

Perbedaan Anak Beperilaku Cerdas Dan Cerdas Berperilaku

Perbedaan Anak Beperilaku Cerdas Dan Cerdas BerperilakuMemiliki anak yang cerdas dan berperilaku baik merupakan impian bagi para orang tua. Namun, tidak mudah untuk membentuk anak yang cerdas. Peran orang tua sangatlah penting dalam hal ini.

Seperti dilansir dari fimela, menurut DR. Dr. Ahmad Suryawan, Sp.A(K), ada sedikit perbedaan antara anak berperilaku cerdas berperilaku. Anak yang berperilaku cerdas adalah anak yang dapat menyelesaikan masalah dengan tepat, cepat dan benar serta mempunyai banyak alternatif.

“Anak yang berperilaku cerdas, misalnya saat kita menyodorkan toples berisi puluhan permen dan kita meminta dia mengambil 5 permen, anak akan mengambil dengan jumlah yang tepat. Ini menandakan Si Kecil mempu mengetahui konsep angka 5 tak hanya secara tertulis, tapi bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Dr. Ahmad.

Untuk membentuk anak yang berperilaku cerdas, dibutuhkan komunikasi dan latihan setiap hari,. Misalnya, tanyakan arti dari warna lampu lalu lintas. Jika anak bisa menjelaskan dengan benar bahwa arti lampu merah adalah berhenti dan lampu hijau berjalan lagi, itu tandanya si anak sudah bisa berperilaku cerdas. Artinya, anak tidak hanya sekedar tahu warna tersebut tetapi juga bisa mengerti dan menerapkannya dalam kegunaan sehari-hari.

Sedangkan anak yang cerdas berperilaku adalah anak yang mudah beradaptasi (adaptif), dan ia menunjukkannya secara konsisten tanpa tergantung dengan kehadiran orang tua.

“Anak yang cerdas berperilaku adalah anak yang menunjukkan kemampuannya beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan keadaan dan situasi pada saat itu. Misalnya, saat ia tahu harus ke sekolah pukul 7 pagi, anak kita sudah selesai mandi pukul 6.30 tanpa kita harus mengomel,” jelas Dr. Ahmad tentang perbedaan antara anak yang berperilaku cerdas dan cerdas berperilaku.

Bagaimana Menciptakan Pribadi Anak Untuk Berperilaku Cerdas Dan Cerdas Berperilaku?

Kecerdasan dan perilaku baik tidak bisa dilakukan secara instant tetapi membutuhkan proses bertahap dan berkesinambungan. Untuk itulah peranan orang tua sangat penting sejak tahap awal yakni saat masa kehamilan.

Kemampuan si kecil dalam berperilaku dapat “diprogram” dan dibentuk sesuai tahapan usianya. Sesuaikan juga dengan periode tumbuh kembangnya. Orang tua juga harus memiliki pola asuh yang tepat agar Si Kecil dapat berperilaku cerdas dan cerdas berperilaku. Misalnya dengan cara mengajarkan anak untuk tidak bergantung pada orangtuanya seperti mengganti baju sendiri atau menggosok giginya secara teratur. Hingga pada akhirnya, anak kita bisa secara otomatis beradaptasi tanpa kehadiran orangtuanya.

BACA JUGA:

Leave a Reply