bahaya minum obat pakai sendok dapur

Untuk Obat Anak Pilih Puyer Atau Sirup?

Untuk Obat Anak Pilih Puyer Atau SirupKetika anak sedang sakit hal yang membuat ibu pusing adalah memilihkan obat yang pas untuk anak. Misalnya harus memberikan obat dalam bentuk sirup atau puyer. Namun, tidak sedikit orang tua yang meragukan keamanan puyer bahkan enggan memberkan puyer yang sudah diresepkan oleh dokter. Puyer dipilih karena ketersediaan obat dalam bentuk sirup terbatas,” kata Dr. Hindra Irawan Satari, SpA(K) dari RS Cipto Mangunkusumo. “Sepanjang dibuat dengan cara yang benar dan dengan komposisi obatnya rasional, puyer aman.”

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan dalam pernyataan resmi bahwa sejauh ini belum ada penelitian berbasis bukti ilmiah yang melaporkan perbandingan keamanan antara pemberian obat dalam bentuk puyer dan sirup. Pendapat yang beredar selama ini hanya berdasarkan pemikiran logika atau asumsi. Baik sirup dan puyer masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan.

OBAT PUYER

  • Tidak semua jenis obat tersedia dalam bentuk sirup sehingga bila diberikan kepada bayi atau anak perlu digerus terlebih dahulu menjadi bentuk puyer.
  • Kemungkinan penyampuran kurang merata masih mungkin terjadi. Walaupun demikian, dosis obat umumnya mempunyai kisaran atau rentang yang lebar (misalnya 30-50 mg/kgBB/hari).
  • Harga lebih ekonomis dibanding obat sirup

OBAT SIRUP

  • Pemberian sirup harus disertai sendok dengan ukuran baku. Pada kenyataannya, seringkali (30%) tanpa disertai sendok obatnya, sehingga orangtua menggantinya dengan sendok teh atau sendok makan yang ukurannya tidak sama dengan ukuran baku sendok obat.
  • Kelembaban udara mempengaruhi bioaviabilitas (ketersediaan hayati) obat sirup, sehingga waktu kadaluwarsanya menjadi lebih pendek dari yang tercantum pada botolnya bila tutupnya telah dibuka, terutama di daerah tropis.
  • Jumlah obat yang diperlukan seringkali melebihi 1 botol atau tidak sampai 1 botol, sehingga kurang ekonomis karena tidak dapat diberikan sesuai kebutuhan. Sirup yang telah dibuka tutupnya hanya untuk 1 kali pemakaian.
  • Beberapa obat sirup juga mengandung lebih dari 1 macam komponen obat.

IDAI menegaskan bahwa yang perlu diperhatikan dalam pemberian obat adalah pemberian secara rasional dan memperhatikan interaksi dari obat yang diberikan. IDAI setuju untuk dilakukan pengkajian terhadap penggunaan obat dalam bentuk puyer dan sirup. Tidak ada salahnya memberikan obat puyer kepada anak selama masih dalam tahap rasonal.

BACA JUGA:

One comment on “Untuk Obat Anak Pilih Puyer Atau Sirup?

Leave a Reply